Translate Artikel HZM

PEMUDA DALAM HARAPAN SEJARAH

Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

                                              
            Selalu menarik menyimak perjalanan pemuda dalam sejarah Indonesia. Seorang Soekarno muda dapat mencapai tangga teratasnya ditengah kehidupan bangsanya karena memahami sejarah. Soekarno tidak hanya mempelajari sejumlah fakta sejarah melainkan juga mampu menangkap arti sejarah yang dipahaminya dan digunakan untuk menggerakkan bangsanya agar mengubah sejarahnya. Esensi sejarah adalah perubahan karenanya peristiwa ang pernah terjadi bukanlah merupakan masa lalu yang mati (not a dead past) melainkan sebuah peristiwa yang tetap hidup dimasa kini (still living in the present). Soekarno adalah bagian gambaran dari suksesi pemuda yang berhasil menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah  bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini.
            Ya kita memang sedang membicarakan pemuda, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pemuda diartikan sebagai orang yang masih muda, orang muda, harapan bangsa. Bila melihat perjalanan sejarah masa lampau bangsa dan Negara kita Indonesia tampak jelas bagaimana pemuda kita acap kali menampilkan sosok keberaniaan yang tinggi dalam mencetuskan gagasan –gagasan baru yang bermamfaat bagi bangsa dan negaranya. Dalam posisi yang strategis itu, semua pihak yang concern akan perjuangan sejarah masa depan bangsa dan Negara Indonesia  untuk masa mendatang tentunya akan mengaktualisasikan persoalan kepemudaan ini sebagai hal yang urgen. karena bisa jadi lepasnya perhatian atau atensi kepada pemuda akan memberikan skematisasi masa depan Indonesia yang lebih buruk.
            Satu hal yang pasti muncul dalam sejarah pemuda di Indonesoa adalah adanya dinamisasi semangat kepeloporan. Semangat yang menjadi etik perjuangan dalam menegakkan kebenaran dan memberikan semuanya pada output yang riil. Semangat kepeloporan melahirkan sikap kritis dan mendorong pemuda dalam mengambil sebanyak mungkin untuk memprakarsai perubahan positif menuju masyarakat Indonesia beradab dan sejahtera. Pelajaran yang harus dipahami sekaligus dikontekstualisasikan dengan perubahan kondisi dan tantangan zaman. 
            Bila semangat kepeloporan yang dihadapkan dengan masalah – masalah dalam keutuhan pembangunan berbangsa dan bernegara Indonesia ini kita bangun secara intens maka tentunya ini akan berdampak positif bagi kesadaran sosial baru. Suatu kesadaran  yang lahir untuk mengkritisi kondisi melawan segala bentuk penyumbatan kemajuan bangsa dan negara. Oleh karenanya Indonesia memerlukan eksemplifikasi dari figur yang berani dalam bertindak, membangun imperatif sosial dalam memperjuangkan semua ruang kehidupan,itu semua ada ditangan pemuda.
             
            Membicarakan embrio pergerakkan pemuda tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Budi Utomo pada 20 Mei 1908, sekalipun perkumpulan ini kemudian berjalan menjadi perkumpulan kaum tua akan tetapi dalam masa kelahirannya perkumpulan ini diprakarsai oleh sekelompok pemuda seperti R.Sutomo dan R.Gunawan Mangunkusumo.Ketidakpuasan di perkumpulan Budi Utomo yang condong menjadi wadah perkumpulan kaum tua, faktanya makin disadari pemuda bahwa pemuda haruslah mempunyai wadah perkumpulan sendiri, dengan harapan atau cita-cita yang besar bahwa para pemuda dapat dididik dengan jiwa muda dalam rangka memenuhi kewajibannya di kemudian hari. 
            7 Maret 1915 di Jakarta DR.R. Satiman Wiryosandjoyo, Sunardi, Kadarman dan beberapa tokoh pemuda lainnya sepakat bermufakat untuk mendirikan Tri Koro Dharmo (Tiga tujuan mulia) yang menjadi gerakan pemuda pertama yang sesungguhnya. Tujuan perkumpulan ini adalah mewujudkan Jawa raya dengan cara memperkokoh persatuan antara pemuda Jawa,Sunda,Madura,Bali dan Lombok.Tiga tujuan mulia yang dimaksud adalah sakti,budi dan bakti. Oleh karena sifatnya yang Jawa sentries pemuda pemuda Sunda dan Madura merasa tidak senang hingga memunculkan perubahan menjadi Jong Java pada 12 Juni 1918. 
            Lahirnya Jong Java juga memotivasi daerah–daerah lain untuk membentuk organisasi serupa seperti Jong Sumeteranen bond, Jong Minahasa,Jong Batak,dan banyak lainnya.Kesemua perkumpulan tersebut mencita –citakan kemajuan daerahnya masing-masing. hingga kemudian pada 15 November 1925 Jong java, Jong Sumatranaen Bond,Jong Ambon dan lain lain yang diwakili oleh para tokoh Sumarto, Bahder Djohan Jan Toule, Soulehuwij, Paul Pinontoan dan Tabrani mengadakan konfrensi yang kemudian membentuk komite yang menyelenggarakan kongres pemuda Indonesia I pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta dengan tujuan menyatukan semangat kerja perkumpulan pemuda. Dalam rangka kerja program berikutnya maka diselenggarakanlah Kongres pemuda Indonesia  II pada tanggal 27-28 Oktober 1928.Kongres terselenggara atas inisiatif Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) dengan tujuan mempersatukan segala perkumpulan pemuda Indonesia dalam satu gabungan.
            Kongres pemuda dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost Java Bioscoop Adapun pada rapat penutup, diselenggarakan di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammaf Yamin pada sebuah kertas, Sunario sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.
             Sumpah Pemuda versi asli itu pun berbunyi :Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu Indonesia raya karya Wage Rudolf Suprataman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres pun ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres yang kemudian diucapkan sebagai Sumpah Setia.
 
            Keberartian yang diatributkan dalam peristiwa sejarah seperti halnya sumpah pemuda 1928 diharapkan mampu menjaga terciptanya rujukan untuk memeliharakannya hingga generasi sekarang adalah satu imajinasi intensional yang pernah dibayangkan M.Yamin. Karakter kemelekatan Sumpah pemuda sebagai bangunan memorable Indonesia dibayangkan Yamin akan lebih membantu untuk menanamkan cinta seorang anak Indonesia untuk mencintai bangsa dan negaranya dengan memahami sumpah pemuda sebagai payung patriotisme yang melekatkan loyalitas terbaiknya kepada sejarah yang diciptakan.
            Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu.Kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya puluhan tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
            Peristiwa sumpah pemuda yang terjadi 83 tahun silam sesungguhnya adalah bagian dari upaya menatap masa depan. Semangat kesatuan senasib sepenanggungan dan rasa memiliki tanah air menjadi alasan mengapa tercetusnya momentum sumpah pemuda. Kemudian nasionalisme adalah bekal para golongan muda masa itu untuk berhimpun dan bersatu dalam peristiwa heroik 28 Oktober 1928. 
            Ikrar sumpah pemuda yang kini menjadi diktum gerakan pemuda adalah sebuah komitmen perjuangan bersama untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Dampaknya luar biasa, gerakan golongan muda tersebut menjadi tonggak balik langkah perjuangan kemerdekaan pada masa itu. Di mana, sebelumnya, perjuangan hanya dilakukan oleh beberapa golongan. Pasca itu, arah perjuangan semakin terlihat dilakukan secara kolektif kolegial. Wajar mengapa pemuda selalu dianggap sebagai ahli waris estafet perjalanan bangsa di masa yang akan datang. Sebab, generasi muda adalah yang mampu berdiri atas idealismenya dan berjuang menurut sisi-sisi keidealan. 
            Pembentukan Negara nasional, apakah dari sisi sejarah merupakan perkembangan bangsa menjadi Negara atau Negara menjadi bangsa senantiasa dibebani dengan kerumitan tanggung jawab berbagai proses dan konsekuensi kondisional. Namun demikian sejauh untaian patriotisme masih berimplikasi pada komitmen dalam cita cita Negara yang termaktub dalam pembukaan Undang undang dasar 1945 maka Ia akan mampu meminggirkan setiap kerumitan yang menjadi bagian dari tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua bangsa dan Negara mempunyai sejarah yang terjadi sebelumnya, akan tetapi kunci dari eksistesi semuanya agar dapat bertahan dengan dirajut dari ingatan sejarah yang dibagikan. Dan Sumpah pemuda  adalah ingatan sejarah yang menemui ketepatan momentum yang berharga bagi eksistensi Indonesia hingga saat ini.
            Sartono Kartodirjo dalam bukunya pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah (1993) mengemukakan ketegasan yang cukup relevan dengan ketepatan momentum sumpah pemuda bahwasanya makna sejarah menunjukkan imanensi dan transendensi artinya perkembangan sejarah mempunyai arah serta tujuan tertentu. Bentuk–bentuk yang diciptakan menunjukkan adanya peningkatan taraf integrasi lewat proses strukturasi, destrukturasi dan restrukturasi yang secara maju mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Artinya untuk melihat sejarah Indonesia yang lebih baik maka dibutuhkan ketegasan pengambilan momentum sejarah yang berkomitmen tetap dalam mengutuhkan kesatuan Indonesia.
            Momentum sumpah pemuda memang layak didaulat sebagai representasi perjuangan gigih para pemuda dalam merealisasikan arah dan tujuan guna mendapatkan kemerdekaan Indonesia. Namun demikian, kesadaran nasionalis pemuda untuk tetap commited kepada bangsa dan negara untuk saat ini perlu diperhatikan lagi secara lebih cermat, kesadaran dalam membangunkan dimensi idealism pemuda dalam konsepsi potret kebesaran pemuda dimasa lalu yang melahirkan sosok seperti Soekarno, Yamin, Sjahrir, Chairul Saleh dan lainnya yang hadir sebagai bapak-isme semangat perubahan Indonesia  dalam pencapaian kemerdekaan, jangan sampai menjebak dalam kondisi bunuh diri dalam sangkar emas sejarah pemuda. Jangan sampai pemuda Indonesia sekarang ini terbuai padda sejarah masa lalu yang sebatas dipahami dalam pemitosan bahwa pemuda adalah sosok superior yang tidak dapat ditandingi oleh siapa pun,cendrung bersikap sombong merasa cerdas dan menentang setiap aturan. Kenyataan seperti itu bila kita implikasikan sekarang justru akan semakin mematikan potensi kreatif dan inovatif pemuda.
            Memang tidak dapat ditampikan adanya kesan kuat yang muncul sekarang bahwa pemuda Indonesia hari ini tengah berada dalam kondisi kegamangan karena disibukkan rutinitas dan tidak mau melangkahkan pandangannya secara lebih visioner untuk berpikir keras dalam mendesain Indonesia sebaik mungkin, tidak terlalu berani mengambil resiko dan cendrung menyerah pada kondisi yang dianggap aman sehingga  ekspresi gerakan pemuda sekarang ini cendrung dinilai pergerakkan sesaat, tidak berkesinambungan dan tidak konsisten. Relevan dengan asumsi ini, jelas harus ada agenda strategis yang semestinya perlu secara cermat diupayakan bagaimana membetulkan dinamisasi pemuda dalam galian human invesment masyarakat Indonesia dimasa depan. Pemuda Indonesia harus lebih berani berjibaku dalam konflik dan karena itu tatkala ada konflik maka pemuda dapat dengan segera harus mampu menyelesaikannya.
            Mencermati kondisi tersebut maka teramat mendesak untuk meelahirkan cara pandang baru yang lebih proposional terhadap sejarah masa lalu. Selalu Saya kemukakan dalam berbagai diskusi bahwa sejarah bukanlah hadir untuk dimitoskan pada romantisme masa lalu. Prestasi pemuda dimasa lalu bukanlah untuk menjadi bahan sanjungan yang dibiarkan saja tanpa mencoba untuk berpikir membuat prestasi sekaligus sejarah baru.Sejarah hadir sebagai pelita untuk menerangi masa mendatang.Masa lalu pemuda yang begitu sarat prestasi harus ditempatkan secara tepat,sebagai dasar konsiderasi kritis yang berorientasi pada kebutuhan masa mendatang. Upaya futuristik inilah yang kedepan akan menghasilkan formula seimbang dan tepat guna untuk melangkah menuju masa depan yang cerah.Sejarah mesti menjadi wahana belajar agar mampu mengiringi perubahan supaya semakin akseleratif dan kontinuitas.
            Perlu konsolidasi yang intens dalam instaurasi untuk bersikap dan memberikan obat penyelesaian masalah bagi setiap persoalan Indonesia yang kian hari semakin berderet.Bersama ini dituntut pula lahirnya seorang pemimpin yang memiliki vision draftyang matang dan mampu mengaktualisasikan setiap vision draft dalam penjabaran yang realistis,efisien dan komprehensif (part of part) hingga menimbulkan struktur baru yang pada akhirnya juga bertujuan untuk mencapai keadaan yang dinamis dikemudian hari. 
            Berdasar sejarah kepemimpinan Indonesia kepemimpinan yang baik dapat  dicontohkan dalam ajaran –ajaran tradisional seperti di Jawa yang menggambarkan tugas pemimpin melalui pepatah yang dalam bahasa Jawa berbunyi,” Ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani, Pepatah tersebut sering digunakan Ki Hadjar Dewantara yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berbunyi “Dimuka memberi teladan, ditengah – tengah membangun semangat, dari belakang memberikan pengaruh”. Seorang pemimpin diharapkan dapat menempati ketiga kedudukan tersebut yakni sebagai pemimpin dimuka (front leader), pemimpin ditengah –tengah (social leader) dan sebagai pemimpin dibelakang (rear leader). 
            Seorang pemimpin ketika Ia berada dimuka harus memiliki idealism yang kuat serta harus dapat menguraikan ekspektasinya kepada masyarakat secara jelas dan realistis karena Ia harus menetukan suatu tujuan bagi masyarakat yang dipimpinnya serta merintis kepada optimalisasi tujuan maksimal. Ketika Ia berada ditengah haruslah mampu menjadi motivator yang cakap,yang mampu memahami tatanan realitas yang sesungguhnya terjadi. Dan hal terakhir eksistensi pemimpin ketika berada di belakang Ia mesti dapat memacu ketegasan roda pembangunan yang diciptakannya agar mampu memberikan hasil yang berkontributif banyak bagi kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya. Besar harapan kita bahwa pemuda digenerasinya mampu menjadi seorang pemimpin yang cakap. sehingga eksistensi pemuda dalam harapan sejarah dapat menjadi sesuatu formula yang teramat sangat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.  
            Setiap perubahan bisa dilakukan secara revolusi dan gradual. Secara ideal kita tentu mengharapkan terjadinya perubahan itu  secara cepat akan tetapi matang dan berkemajuan. Inilah yang harus dicari pemuda secara lebih dalam. Memikirkan langkah terbaik untuk melakukan perubahan. Pemuda sebagai human investment bangsa dan Negara ini mempunyai tanggung jawab besar dalam melahirkan pelaku masa depan yang berkualitas dengan dibungkus oleh etika dan moral yang baik pula.
            Menghadapi masa depan yang tantangan,pemuda tidak semestinya pesimistis.Sebaliknya mesti lebih mengembangkan perasaan optimistis sebagai energy untuk mengubag setiap tantangan menjadi peluang untuk berkemajuan dan mewujudkan kesuksesan (need for achievement). Sebagai generasi intelektual yang tercerahkan, sudah sepatutnya pemuda mengetahui masyarakatnya, sadar akan masalahnya, dapat menentukan nasibnya, banyak mengetahui masa lampaunya, dan mampu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Peristiwa sumpah pemuda sudah lama berlalu, namun manifesto pemuda atas rasa memiliki bangsa dan tanah air semestinya menjadi diktum yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
            Kesimpulan pikiran, sejarah pemuda adalah sejarah semangat perubahan, karena pemuda sejatinya adalah motor perubahan hakiki yang tak lekang dimakan zaman.Semangat kepeloporan pemuda adalah kekuatan kesadaran bangsa yang tumbuh setelah dijajah oleh bangsa kompeni. Bersatu nusa, bersatu bangsa dan bersatu bahasa maka jadilah Indonesia. Negeri komunitas imajinasi yang diciptakan atas narasi yang panjang. Lahirnya proklamasi hingga reformasi adalah hasil buah perjuangan pemuda. Benar yang dikatakan Bung Karno, Seribu orang tua hanya bisa bermimpi maka berikanlah Aku lima pemuda agar dapat mengubah dunia.
 
Minima 4 coloum Blogger Template by hariszaky.
Simplicity Edited by hariszaky hariszaky's Template